
Pendidikan adalah salah satu unsur paling krusial dalam kehidupan manusia dan pembangunan masyarakat, yang tidak hanya berperan mentransfer pengetahuan tetapi juga membentuk karakter, nilai-nilai, serta kemampuan individu untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Berbagai ahli dan tokoh dari berbagai bidang telah mengungkapkan pandangan mendalam mengenai pentingnya pendidikan, yang menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang peranannya dalam kehidupan pribadi maupun kolektif.
Pendapat Ahli Nasional
Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah)
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan adalah proses utama untuk membangun kepribadian, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Ia membagi fungsi pendidikan menjadi dua konteks:
- Konteks individu: Sebagai proses menumbuhkan dan mengembangkan fitrah manusia agar dapat menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan berbagai kecerdasan untuk meraih kesejahteraan material dan spiritual.
- Konteks kebangsaan: Sebagai sarana mobilitas sosial-politik yang mengangkat harkat dan martabat bangsa. Ia juga menekankan bahwa kemajuan pendidikan memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa.
I. Wayan Cong Sujana
Pendidikan sangat krusial bagi manusia dalam upaya mencerdasakan dan meningkatkan kehidupan bangsa. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga harus mampu meluaskan wawasan dan pola pikir individu agar dapat menghargai perbedaan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Laz Wardi
Pendidikan bertujuan untuk mendidik, membina, dan memajukan pemikiran sehingga individu tumbuh menjadi manusia yang berilmu, bertaqwa, dan memiliki dedikasi tinggi untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa.
Ki Hajar Dewantara
Bapak Pendidikan Indonesia ini menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha pokok untuk memberikan nilai-nilai kebatinan dalam budaya rakyat kepada generasi baru. Selain sebagai pemelihara budaya, pendidikan juga bertujuan untuk memajukan dan mengembangkannya menuju arah kehidupan kemanusiaan yang lebih baik.
Rika Dwi Agustiningsih (Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung)
Pendidikan memberikan keterampilan untuk hidup, menjadi kunci untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, serta membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal gelar, tetapi juga bekal untuk mengelola diri sendiri dan memengaruhi orang lain secara positif. Selain itu, pendidikan juga meningkatkan hubungan interpersonal, melatih kemampuan berpikir analitis, menjaga otak tetap aktif, dan membangun kepekaan sosial.
Pandangan Ahli Internasional
Nelson Mandela
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah kondisi individu maupun masyarakat, serta menciptakan perubahan positif di seluruh dunia.
John Dewey
“Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup; pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.” Menurutnya, pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Aristoteles
“Akar pendidikan itu pahit, tapi buahnya manis.” Ia menyatakan bahwa proses pendidikan mungkin sulit dan menantang, namun hasilnya akan memberikan manfaat yang besar bagi individu dan masyarakat. Selain itu, Aristoteles juga menganggap pendidikan sebagai fungsi negara yang penting untuk mencapai tujuan tertinggi yaitu kebahagiaan manusia.
Albert Einstein
“Tujuan utama pendidikan adalah untuk menciptakan manusia yang mampu berpikir dan bertindak secara independen.” Ia juga menyatakan bahwa “pendidikan bukan tentang belajar fakta, tapi melatih pikiran untuk berpikir” serta “pendidikan adalah apa yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang telah dia pelajari di sekolah”. Pandangan ini menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mandiri melalui pendidikan.
Emile Durkheim
Dalam bukunya The Division of Labour in Society, Durkheim menekankan bahwa pendidikan memiliki fungsi moral yang penting dalam menciptakan solidaritas sosial. Sebagai agen sosialisasi, pendidikan membantu individu memahami peran sosial mereka dan berpartisipasi dalam masyarakat dengan baik.
Malala Yousafzai
“Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang luas dan mendalam, bahkan dapat mengubah nasib sebuah negara atau peradaban melalui perubahan pada setiap individu.
Manfaat Pendidikan yang Didukung oleh Bukti Ilmiah
Selain pandangan para ahli, berbagai penelitian juga menunjukkan manfaat nyata dari pendidikan, antara lain:
- Meningkatkan kesehatan dan umur panjang: Setiap tahun tambahan sekolah dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dewasa sebesar sekitar 2%, dan menyelesaikan pendidikan menengah dan tinggi dapat mengurangi risiko kematian dini hingga sepertiga.
- Meningkatkan peluang kerja dan pendapatan: Di negara-negara OECD, tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkorelasi dengan peluang kerja yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi, serta menyempitkan kesenjangan antara pria dan wanita.
- Membangun literasi dasar yang penting: Literasi dasar adalah fondasi bagi pembelajaran selanjutnya dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat yang semakin kompleks.
- Mendorong aksi iklim: Pendidikan membantu meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan memberikan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan solusi berkelanjutan.
- Mengurangi kemiskinan dan mendukung mobilitas sosial: Pendidikan adalah salah satu alat paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan memberikan kesempatan bagi individu untuk meningkatkan status sosial mereka.





